Jumat, 06 Maret 2015

Panduan Metodologi Penelitian Skripsi Kualitatif atau Kuantatatif - berikut adalah penjelasan cerita metodologi penelitian skripsi. Ada dua metodologi penelitian yaitu kualitatif dan kuantitatif.


Inilah kegalauan dan kegilasahan yang saya alami, ketika telah beranjak di semester 6 ini. Karena sebentar lagi sudah harus PKL setelah itu berjuang menyelesaikan skripsi. Nah…yang jadi masalahnya itu nanti waktu skripsi mau menggunakan metodologi yang mana??? Kuantitatif ataukah kualitatif??

Metodologi Kuantitatif
Semester 5 kemarin, selama kurang lebih 4 bulan telah berkutat di dunia kuantitatif. Di semester sebelum -sebelumnya juga sudah belajar statistic, psikometri dan KAU sebagai pendukung pembelajaran di mata kuliah metpen kuantitatif. Mulai dari membahas pengertian data, cara pengumpulan data, begitu juga ada konstruk, variable sampei diajarin juga cara membuat alat ukurnya. 

Setelah pembuatan alat ukur, kita diajarin bagaimana cara menganalisis data. Pusing juga kalau melihat angka-angka yang banyak. Kalau menghitungnya gampang, sudah ada rumusnya, Cuma yang bikin lama itu masukkan datanya (itu menurutku..). yaahh..agak subyektif.

Aku sih enjoy-enjoy aja, dan telah merasakan bagaimana susah senangnya dalam penelitian kuantitatif. Pernah juga terbesit dibenak saya nanti waktu skripsi pakai metodologi kuantitatif aja lah…enak kayaknya. Tapi kalau saya melihat skripsi-skripsi kakak-kakak tingkat banyak sekali yang menggunakan metodologi kuantitatif dan semua hanya berkutat pada hal-hal itu aja.

Metodologi Kualitatif
Lalu sekarang di semester 6 saya mendapatkan mata kuliah metpen kualitatif. Setelah dijelaskan ini itu panjang lebar saya kok tertarik di kualitatif, terlintas juga dipikiran dan benak saya untuk menggunakan metodologi kualitatif ketika skripsi nanti. Tapi kayaknya lama. Yaah…terkadang orientasi saya memang masih ingin cepat selasai, yang tidak membutuhkan banyak tenaga, hasilnya bagus. Padahal sebenarnya prosesnya lah yang dinilai.

Memang sih.. semuanya itu mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-msing. Dan ironisnya terkadang orang yang ahli dalam penelitian kuantitaif pasti mengunggulkan kuantitatif dan menyebutkan kelebihan-kelebihan yang banyak di kuantittif,
Kedunya juga memiliki perbedaan-perbedaan yang sangat signifikan , diantaranya, metpen kualitatif menggunakan paradigma interpretative sedangkan kuantitatif menggunakan paradigma positivistic.

Antara Metode Kualitatif dan Kuantitatif
Kulitatif mencoba mencari pemahaman tentang fenomena yang spesifik sedangkan kuantitatif mencoba mencari pemahaman general tentang suatu fenomena. Kualitatif tidak bebas nilai sedangkan kuantitatif bebas nilai. Kualitatif mempersoalkan fenomena menurut pandangan partisipan sedangkan kuantitatif mempersoalkan variable menurut pandangan peneliti.

Ketika perkuliahan berlangsung, dosen pengampu mata kuliah metpen kuantitatif ataupun kualitatif selalu “menggembor-gemborkan” kelebihan dan kekurangan masing masing metodologi. Seakan-seakan menarik perhatian para mahasiswanya untuk mengikuti jejaknya.

Tapi saya yakin, kuantitatif ataupun kualitatif itu sama sama baiknya. Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan. Jadi kita harus bisa mencerna keduanya. Bagaimana dengan temen-temen??? Mau bikin Skripsi Kualitatif

0 komentar :

Poskan Komentar